Selasa, 30 Juli 2013

Bentuk Pembayaran Deviden - contoh


Suatu Perusahaan sebelum menetapkan pembelian deviden saham mempunyai struktur modal sendiri sebagai berikut:


Penjelasan :

a. Nilai deviden saham sebesar Rp. 600.000 ( 400 lembar x Rp. 1.500 )
b Nilai deviden saham sebesar Rp. 600.000 ( dari laba di tahan kemudia di kapitalisasi ke akun saham biasa dan akun agio saham)
c Jumlah yang di kapitalisasi ke akun Agio saham sebesar Rp.200.000m0 ( 400 lembar x Rp.500 )

Apabila laba setelah pajak sebesar Rp.8.000.000,- dan di bayarkan sebagai deviden saham dan setelah deviden saham tampak  sebagai berikut :


Laba di bayarkan sebagai deviden : Rp. 4.000.000,-
EPS :

Sebelum dividen saham  = Rp. 4.000.000,- x 4000 lembar = Rp .1000/Lembar

Setelah dividen saham = Rp. 4.000.000,- x 4.400 lembar = Rp. 909/lembar

Asumsi  :

I. Sebelum deviden saham memiliki 1000 lembar saham , maka total pendapatan sebelum dan setelah deviden saham  yaitu :

sebelum = 1000 lembar x Rp.1000/lembar = 1.000.000 Rupiah
sesudah =  1000 lembar x Rp 909/lembar = 909.000 Rupiah

Maka : Adanya deviden saham tidak dapat meningkatkan total pendapatan bagi pemegang saham

2 Sebelum deviden saham memiliki 100 lembar saham dan harga pasar saat itu  Rp.1.500/lembar.  Nilai saham yang dimilikinya sebelum dan sesudah deviden saham tampak sebagai berikut :

a. Harga pasar saham setelah deviden saham

 Rp. 1.500 / (1+10%) = Rp. 1.363,64

b. Nilai saham yang di miliki, Persediaan :

- Sebelum deviden saham = 1000 lembar x Rp. 1500 = 1.500.000 Rupiah
- Sesudah deviden saham = 1.100 lembar x Rp 1.363,64 = 1.500.000 Rupiah


Kesimpulan : " DEVIDEN SAHAM TIDAK DAPAT MENINGKATKAN KEKAYAAN PEMEGANG SAHAM"

Artikel Terkait

0   komentar

Poskan Komentar

Cancel Reply
W E L C O M E